Burung

Beberapa jenis burung Finch yang Paling Digemari di Indonesia

Dalam beberapa tahun belakangan ini, burung finch atau burung pipit cukup digandrungi di Indonesia. Burung ini memiliki banyak peminat karena burung ini memiliki bulu yang berwana warni nan indah serta memiliki suara yang cukup merdu saat berkicau.

Pecinta burung di Australia dan juga di Eropa lebih suka memelihara burung jenis finch ini dibandingkan burung kicauan ataupun anggungan seperti halnya para pecinta burung di Indonesia. Kesenangan memelihara burung finch dikarenakan kemudahan dalam pemeliharaan serta serta perawatannya, selain itu penampilan dari burung ini cukup cantik dan berwarna warni sehingga banyak breeder yang tergoda untuk menyilangkan untuk mendapatkan anakan dengan variasi warna warni yang cukup unik. Harga dari burung finch inipun bisa dibilang masih cukup terjangkau.

Ada puluhan jenis burung finch yang berasal dari berbagai negara di seluruh dunia, namun tidak semuanya digemari oleh para pecinta burung di Indonesia. Namun beberapa jenis diantaranya cukup populer dan sangat digemari di Indonesia. Berikut ini beberpa jenis burung finch yang digemari di Indonesia baik finch lokal maupun jenis impor.

1. Gold Amadin (Chloebia gouldiae)
Gold Amadin
Gold Amadin dikenal juga dengan nama Gould ian finch dan Gould Amadian. Jenis ini merupakan salah satu jenis finch Impor yang cukup digemari di Indonesia. Burung yang merupakan finch asal Australia ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama John Gould. Corak warna bulunya sangat menawan dan warnanya cukup variatif dan terlihat cerah.

Warna bulu yang ada di tubuh Gold Amadincukup beragam, dari bagian ekor dada hingga kepala memiliki warna yang bervariasi tergantung dengan jenisnya. Finch Gold Amadin dewasa memiliki ukuran tubuh sekitar 12 hingga 14 cm dengan berat tubuh sekitar 12 hingga 20 gram. Jika dirawat dengan baik ia dapat hidup sampai dengan 6 tahun. Pada usia mencapai 10 bulan biasanya finch jenis ini akan mengalami birahi.

2. Zebra Finch (Taeniopygia guttata)
Zebra Finch
Dikalangan penggemar burung mancanegara jenis pipit zebra ini cukup dikenal. Finch Spesies ini biasa di temui di Indonesia, Australia dan Timor Leste, namun saat ini Finch Zebra ini sudah banyak ditemukan di negara negara lain di seluruh dunia.

Pipit Zebra ini termasuk jenis burung dimorfik yakni burung yang berjenis kelamin jantan dan betina punya warna bulu yangng berbeda. Sehingga cara mengetahui jenis kelamin Zebra Finch ini bisa dikatakan agak mudah. Untuk yang berjenis kelamin jantan ada bercak berwarna orannye pada pipinya, pada tenggorokannya juga terdapat motif garis garis, terdapat corak hitam di dadanya serta pada bagian sayap berwarna merah berbintik putih.

3. Emprit jepang (Lonchura striata domestica)
Emprit Jepang Finch Lokal
Emprit Jepang atau dikenal juga sebagai Society finch ini sering sekali dimanfaatkan sebagai baby sitter atau pengasuh untuk mengerami dan mengasuh anakan burung finch jenis lain.

Awalnya, burung emprit jepang adalah hasil persilangan antara sharp-tailed munia (Lonchura acuticauda) yang berasal dari India dan striated munia (Lonchura striata) yang berasal dari Jepang.

4. Strawberry finch (Amandava amandava)
Strawberry Finch
Finch yang dikenal juga dengan nama red avadavat ini memiliki warna yang cukup menarik, sehingga cukup digemari khususnya di Indonesia. Di Indonesia Strawbery finch juga dikenal sebagai emprit geni atau Pipit Benggala. Jenis ini juga termasuk burung dimorfik karena Strawberry Finch jantan dan betina memiliki warna bulu yang berbeda.

Pada pipit benggala berjenis kelamin jantan warna bulunya merah padam, terdapat bintik bintik putih pada bagian dada, sisi tubuh, tunggir, dan juga pada sayap.

5. Owl finch (Taeniopygia bichenovii)
Owl Finch
dinamai owl finch karena motif yang ada pada tubuhnya menyerupai motif pada burung hantu. Padahal sebenarnya ia memiliki nama double-barred finch (Taeniopygia bichenovii). Owl finch sering ditemukan di padang kering sabana, hutan tropis, serta padang rumput yang ada di di wilayah utara serta timur benua Australia.

Burung ini bukan jenis dimorfik, sehingga tidak mudah untuk mengenali jenis kelamin owl Finch jantan dan betina karena keduanya memiliki warna yang sama.

6. Bondol haji (Lonchura maja)
Bondol Haji Finch
Burung yang bagi sebagian orang jawa sering disebut emprit kaji atau pipit haji ini termasuk dalam suku Estrildidae. Bondol haji (Lonchura maja) ini banyak ditemukan di Semenanjung Malaya, Jawa, Sumatra, Bali dan sekitarnya.

Sering disebut emprit kaji atau emprit haji dikarenakan pada kepalanya terdapat warna putih sehingga seakan akan seorang haji yang sedang memakai peci putih. Pada gelaran Indonesia Bird Con 2019 yang diselenggarakan beberapa bulan yang lalu. Juri yang berasal dari Eropa menobatkannya sebagai juara umum.

Burung ini beukuran sekitar 11cm dengan warna dominan putih dan coklat. Bondol Kaji memiliki suara bernada tinggi seperti suara seruling apabila bergerombol.

7. Bondol hijau (Erythrura prasina)
Bondol Hijau Finch
Burung bondol hijau (Erythrura prasina) atau sering disebut juga pin-tailed parrotfinch ini banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Laos, Myanmar dan juga Kamboja. Burung ini banyak digemari karena tampilan warna pada bulunya yang terlihat cantik, sehingga banyak pecinta burung yang menempatkannya bersama dengan beberapa jenis Finch lainnya dalam kandang Aviary.

Cara membedakan jenis kelamin antara jantan dan betina dari Bondol hijau ini dengan melihat warna bulunya. Pada burung jantan bagian atas tubuhnya berwarna hijau, muka biru, tubuh bagian bawahnya berwarna kuning tua, terdapat bercak merah pada bagian tengahnya. Asedangkan pada betina kepala berwarna kehijauan dengan ukuran ekor lebih pendek dari jantannya.

8. Bondol oto hitam (Lonchura ferruginosa)
bondol oto hitam
Burung bondol oto hitam atau juga disebut white-capped munia ini adalah spesies lokal yang memiliki ukuran tubuh kecil. Jenis Finch ini di Indoneisa memiliki cukup banyak penggemar.

Sama seperti bondol haji Bondol oto hitam juga memiliki ukuran tubuh sekitar 11 cm, tapi bondol oto hitam memiliki tubuh yang lebih tebal dan besar. Dari sisi tampilan burung ini hampir mirip dengan Bondol Haji akan tetapi terdapat warna hitam pada dagu dan tenggorokan.

Spesies ini hanya terdapat du Jawa dan bali. Meskipun memiliki tampilan yang cukup eksotis namun harga burung finch jenis Bondol Oto Hitam ini cukup murah meriah. Membedakan jenis kelamin dari jenis ini cukup sulit karena antara jantan dan betina dari sisi tampilan tidak banyak perbedaan, meskipun pada jantan tubuhnya lebih gagah dan ramping serta suaranya lebih variatif.

9. Gelatik Jawa (Padda oryzivora)
Gelatik Jawa
Burung ini merupakan burung endemik pulau Jawa dan Bali. Akan tetapi saat ini penyebarannya sudah sampai ke berbagai negara namun yang paling banyak adalah di Eropa. Di luar negeri gelatik Jawa banyak di pelihara dan juga dilepaskan secara bebas.

Di Mancanegara Finch jenis gelatik jawa ini justru menjadi burung yang wajib dipelihara bagi para pecinta Finch. Para breeder eropa bahkan telah berhasil mengembangkan mutasi mutasi baru yang ragamnya mencapai ratusan mutasi.

Nah, itulah berbagai jenis Finch yang populer di kalangan pecinta Finch di Indonesia. Meskipun beberapa adalah jenis Impor namun beberapa diantaranya adalah burung endemik asli Indonesia.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close