Tanaman

Cara Membuat Bonsai Kelapa

Secara garis besar bonsai adalah tanaman hias dari beberapa jenis pohon atau tanaman yang dikerdilkan didalam pot dangkal yang bertujuan untuk membuat miniatur dari bentuk dan ukuran asli tanaman tersebut yang biasanya tumbuh di alam liar. Bonsai digemari karena keindahannya serta tingkat kesulitan saat proses pembuatannya. Karena kerumitan dan kesulitan dalam proses pembuatan itulah maka tidak heran jika bonsai yang bagus bisa berharga sangat mahal. Bahkan bonsai yang bagus harganya bisa puluhan hingga ratusan juta.

Ada berbagai jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan untuk pembuatan bonsai, seperti pohon asam, pohon serut, beringin, bougenville, Adenium, Cemara, mapple, delima, kelapa dan beberapa jenis pohon lainnya. Namun dalam postingan ini kita akan fokus membahas teknik dan cara membuat bonsai kelapa.

Adapun jenis kelapa yang sering digunakan sebagai bahan bonsai adalah Kelapa Gading Susu, Kelapa Albino dan Kelapa Gading Merah. Untuk kelapa jenis lain agak sulit untuk digunakan sebagai bahan pembuatan bonsai.

Cara memilih bibit kelapa yang baik untuk bahan bonsai.

  • Pilihlah buah kelapa yang sudah benar-benar tua
  • Sebaiknya petik buah kelapa yang sudah tua langsung dari pohonnya, tidak disarankan menggunakan buah kelapa yang sudah jatuh karena karena dikhawatirkan ada kecacatan atau rapuh pada batoknya.
  • Pilihlah bibit yang berukuran kecil tapi mempunyai akar yang cukup banyak
  • Setelah kita pilih bibit kelapa terbaik yang akan kita gunakan untuk bahan pembuatan bonsai, langkah selanjutnya adalah menumbuhkan bibit kelapa tersebut. Batok merupakan tempat awal tumbuhnya bibit kelapa, oleh karena itu kita perlu memposisikan batok kelapa secara benar supaya bahan bonsai kelapa dapat tumbuh dengan baik.

    Tempatkan bibit yang belum memiliki tunas ditanah yang memiliki banyak kandungan air dan unsur hara. Setelah 1 hingga 2 minggu maka biasanya bibit kelapa akan mulai tumbuh tunas. Kemudian letakkan tempurung kelapa dengan posisi vertikal. Ketika posisi kelapa vertikal maka batok kelapa akan dikelilingi dengan akar nantinya , namun bisa juga diletakkan secara horisontal sehingga nantinya bentuk bonsai akan menyerupai rumah siput.

    Apabila kelapa sudah tumbuh tunas hingga mencapai panjang 3 hingga 5cm maka langkah selanjutnya adalah membersihkan sabut kelapa dari batok kelapa, kita bisa menggunakan alat apapun seperti pisau maupun alat lain, yang penting usahakan jangan sampai ada akar yang putus. Karena apabila ada akar yang putuh akan kadang membuat tanaman kelapa menjadi mati. Bersihkan semua sabut hingga benar benar bersih, jika perlu kita dapat menggunakan amplas agar batok kelapa benar-benar bersih.

    Tanam bibit kelapa menggunakan media tanam berupa tanah, air dan pupuk didalam pot yang cukup untuk menanam bibit kelapa. Untuk mempercepat pertumbuhan tunas kita dapat menutup tunas kelapa menggunakan botol bekas air mineral. Langkah selanjutnya adalah membentuk bonsai kelapa. Ini merupakan proses paling sulit karena apabila kita gagal melakukannya maka dipastikan bonsai tidak jadi.

    Nah agar ukuran bonsai tetap kecil kita harus memberikan sayatan pada bagian tunas kelapa yang paling bawah atau paling tua. Usahakan jangan sampai sayatan mengenai tunas yang masih muda, karena akan mengakibatkan tunas membusuk atau mati. Penyayatan yang dilakukan 3 hari sekali ini bertujuan agar kelapa tidak tumbuh menjadi besar. Agar bibit masih tetap hidup maka kita harus melakukan penyiraman sehari sekali, namun apabila sedang musim kemarau, penyiraman bisa lebih sering.

    Tags

    Related Articles

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Close
    Close