Tanaman

Mengenal Cabe Peter Pepper, Cabe Unik Yang Bentuknya Bikin Ngeres

Cabai atau Cabe Peter Pepper cukup dikenal oleh pecinta tanaman hias. Sejak beberapa tahun yang lalu peter pepper banyak diburu oleh para pecinta tanaman hias unik. Di beberapa komunitas pecinta tanaman hias cabai ini disukai karena bentuknya yang unik seperti alat reproduksi pria.

PETER PEPPER merupakan jenis Capsicum annum yang bisa dibilang langka, meskipun tidak diakui secara resmi d sebagai sebuah kultivar spesies. Cabe hias peter ini sebenarnya tidak terlalu sulit dibudidayakan , karena tanaman ini memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi.

Di Indonesia sendiri cabai merah red peter pepper ini belum dibudidayakan secara masal untuk tujuan komersial dan masih dipelihara sebagai tanaman hias oleh para penghobi. Akan tetapi seiring dengan perkembangan peminat cabe jenis ini, mungkin perkembangan kedepan bisa ditanam dalam skala besar untuk tujuan komersil.

Asal Muasal Cabe Peter Pepper

Cabe Peter Pepper hingga saat ini masih belum diketahui asal usulnya secara pasti, namun sudah terkenal diseluruh dunia karena keunikan bentuk yang dimilikinya. Cabe unik ini sendiri dipopulerkan pertama kali di Amerika Serikat oleh Frank X. Tolbert, lalu kemudian banyak ditanam di Texas, Lousiana dan Meksiko.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli hortikultura di University of Texas di Austin dan Louisiana State University, mereka menyimpulkan bahwa cabe lucu ini bisa beradaptasi dengan baik dengan berbagai kondisi.

Bisakan Cabe Peter Pepper Dikonsumsi?

Meskipun memiliki tingkat kepedasan yang tinggi namun cabe ini tidak beracun sehingga tetap bisa untuk dikonsumsi. Akan tetapi dengan tingkat kepedasan yang begitu tinggi, para ahli hanya merekomendasikan cabe ini hanya sebagai tanaman hias saja.

Menurut beberapa sumber Cabe Peter Pepper yang bentuknya menyerupai alat kelamin pria ini tingkat kepedasannya mencapai 10.000 hingga 23.000 pada skala Scovile atau sembilan kali lebih pedas dari cabe jalapeno. Saat ini tingkat penyebaran cabe ini sudah menyebar ke seluruh Indonesia, tak terkecuali di Indonesia. Di Indonesia sendiri cukup mudah mendapatkan benih dari tanaman ini, kita bisa dengan mudah menemukan penjualnya di berbagai marketplace, Ada 3 varian cabe peter Pepper yang dikembangkan di Indonesia yakni Red Peter Pepper, Orange Peter Pepper dan Yellow Peter Pepper.

Cara Menanam Cabe Peter Pepper

Cabe ini dapat dibudidayakan dengan menanam benih dari bijinya. Selain ditanam secara konvensional di tanah, dia bisa juga ditanam atau dibudidayakan dengan cara hidroponik. Secara teknis tidak ada perbedaan yang mencolok dalam membudidayakan cabe ini dengan cabe yang biasa ditanam oleh para petani.

Cara menanam cabe Peter ini sama dengan mempersiapkan tanaman lain, yaitu dimulai dengan mempersiapkan media tanamnya terlebih dahulu, menyediakan benih, penyemaian, pemeliharaan, pindah tanam, dan perawatan tanaman.

Sebelumnya terlebih dahulu benih disemai pada media tanam yang telah dipersiapkan, Adapun jenis media tanam yang digunakan bisa menggunakan campuran antara tanah, arang sekam, dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 3:2:2. Yaitu 3 untuk tanah, 2 untuk arang sekam dan 2 untuk Pupuk.

Karena keterbatasan benih, sebaiknya proses penyemaian dilakukan dengan baik dan penuh ketelatenan agar semua bibit bisa tumbuh. Setelah tumbuh dan sudah siap untuk proses pindah tanam, maka bibit cabe peter pepper bisa dipindah tanam ke media tanam yang baru baik itu hidroponik, polybag, pot maupun langsung ke tanah lahan. Lakukan perawatan dengan menyiram dan memupuk sesuai kebutuhan tanaman.

Itulah beberapa hal mengenai Cabe Peter Pepper yang cukup unik dan lucu ini. Jika anda tidak kuat dengan rasa pedas, maka jangan coba coba untuk mengkonsumsinya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close